Nama : junita simanjuntak
Kelas : pagi
Jurusan : akuntansi
BAB I
EKONOMI MAKRO
DOSEN: RIDHA MAYA FAZA LUBIS, ST. M.KOM
Masalah utama ekonomi
1. Masalah Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi = Perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan bertambah.
Pendapatan nasional potensial = tingkat pendapatan nasional yang dicapai apabila tenaga kerja sepenuhnya digunakan.
Konjungtur / siklus kegiatan perusahaan = pergerakan naik turun kegiatan perusahaan – perusahaan di dalam jangka panjang
2. Masalah Pengangguran
PENGANGGURAN = suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.
Penyebab terjadinya pengangguran yaitu :
1) Kekurangan pengeluaran agregat(pembelanjaan masyrakat terhadap barang dan jasa)
2) Menganggur karena ingin mencari kerja lain yang lebih baik
3) Penggunaan alat produksi modern/ mesin – mesin
4) Ketidaksesuaian antara keterampilan pekerja yang sebenarnya dengan ketrampilan yang diperlukan industri
Akibat buruk pengangguran :
1) Pengurangan pengeluaran konsumsinya
2) Menganggu taraf kesehatan keluarga
3) Menimbulkan efek psikologis yang buruk
4) Timbulnya kriminalitas
5) Terjadi kekacauan politik, ekonomi dan sosial bagi negara
3. Masalah Inflasi
Inflasi adalah suatu proses kenaikan harga – harga yang berlaku dalam perekonomian.
Tingkat inflasi dikatakan rendah apabila mencapai 2 atau 3 persen. moderat apabila mencapai 4 – 10 persen.
Faktor – faktor Penyebab Inflasi :
1) Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa.cnth :minyak tanah yang ditimbun
2) Pekerja yang menuntut kenaikan upah
Akibat buruk inflasi :
Menurunkan taraf kemakmuran masyarakat
Memperlambat pertumbuhan ekonomi
4. Ketidak Seimbangan Neraca Pembayaran
Neraca Pembayaran adalah suatu ringkasan pembukuan yang menunjukkan aliran pembayaran yang dilakukan dari negara lain ke dalam negeri dan dari dalam negeri ke negara lain. Dalam satu tahun tertentu
Pembayaran yang dilakukan diantaranya :
→ Penerimaan dari ekspor dan pembayaran untuk impor
→ Aliran masuk penanaman modal asing dan pembayaran penanaman modal ke luar negeri
Dua Neraca penting dalam neraca pembayaran :
1) Neraca Perdagangan : perimbangan diantara ekspor dan impor
2) Neraca Keseluruhan : perimbangan diantara keseluruhan aliran pembayaran ke luar negeri dan keseluruhan aliran penerimaan dari luar negeri.
Defisit neraca pembayaran yaitu impor lebih besar dari pada ekspor
Kebijakan Fiskal
Kebijakan Fiskal Pemerintah Mengendalikan:
1) Penerimaan (Tax) &
2) Pengeluaran (Government Expenditure)
Yaitu kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengolah / mengarahkan perekonomian ke kondisi yang lebih baik atau diinginkan dengan cara mengubah-ubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah.
Kebijakan Moneter
Kebijakan Moneter (istilah lainnya kebijakan uang ketat ) adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan (lebih baik) dengan mengatur jumlah uang yang beredar.
Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan, menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh, sekaligus mengendalikan inflasi.
Peranan kebijakan pemerintah
Kebijakan lain, misalnya mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan, mendorong efisiensi, mengembang infrastruktur, peraturan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kondusif.
BAB II
KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL
Dosen: Ridha Maya Faza Lubis, ST. M.Kom
Investasi
Investasi adalah setiap pengeluaran yg dilakukan oleh bisnis /dunia usaha untuk membeli barang tahan lama yg bisa digunakan sebagai alat/sarana peningkatan produksi.
Investasi berarti“mengorbankan” sebagian konsumsi saat ini untuk meningkatkan konsumsi di masa depan.
Investasi terdiri dari setiap tambahan atas stok nasional yg terdiri dari, a.l: gedung2, peralatan, mesin2, perangkat lunak dan juga inventories dalam jangka waktu tertentu
Investasi dalam pengertian makro ekonomi adalah investasi secara riil, yaitu setiap penambahan durablen capital goods-barang modal yg tahan lama (physical).
Sedangkan Financial investment adalah perubahan dari satu jenis asset financial ke jenis asset financial yg lain. Misalkan seseorang membeli saham dari uang tabungannya, maka dia melakukan financial investment atau merubah asset financialnya dari tabungan ke saham.
Government ( G )
Salah satu unsurGDP yg berasal dari belanja atau konsumsi pemerintah. Secara umum Pemerintah (Government) adalah konsumen terbesar dalam perekonomian setiap tahunnya.
Government Expenditure a.l terdiri dari seluruh pembayaran gaji Pegawai Negeri, belanja peralatan militer, pengeluaran utk barang2 publik (jalan, gedung sekolah, RS),dll.
INCOME, CONSUMPTION & SAVING
Income – pajak = disposable income
Disposable Income adalah pendapatan yang siap dibelanjakan yang digunakan untuk membeli semua kebutuhan rumah tangga
Jika RumahTangga tersebut tidak membelanjakan seluruh disposable income nya maka bagian yg tidak digunakan untuk konsumsi itulah yg digunakan untuk menabung (saving)
Saving (tabungan) = Disp. Income – Consumption
Saving = Income – (Tax + Consumption)
Pengertian NI, GNP, GDP
NI (National Income) adalah keseluruhan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam periode tertentu yang dinyatakan dengan satuan uang
GNP (Gross National Product) atau PNB adalah nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negaradalam suatu periode terntentu yang diukur dengan satuan uang, di mana penghasil barang dan jasa tersebut adalah penduduk/Warga negara di dalam negeri di tambah penduduk/warga negara tersebut di luar negeri
GDP (Gross Domestic product) atau PDB dihitung dengan cara menjumlahkan semua hasil dari warga negara yang bersangkutan di dalam negeri ditambah warga negara asing yang bekerja di negara yang bersangkutan
Metode Perhitungan Pendapatan Nasional
Metode Produksi (GDP)
Menjumlahkan nilai produksi yang dihasilkan oleh sektor-2 produktif
Y = P.Q →P=harga dan Q=Kuantitas
Menjumlahkan Nilai tambah (VA) dari masing-masing sektor produksi
Y = NTB →NTB = nilai tambah bruto
Metode Pengeluaran (GNP)
Menghitung nilai pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan semua pengeluaran para pelaku ekonomi yaitu Rumah tangga (C) , Swasta (I), pemerintah (G) dan Luar negeri (X-M). Sehingga persamaan identitasnya adalah :
Y = GNP C + I + G + (X-M)
Metode Pendapatan(NI)
Menjumlahkan semua pendapatan dari faktor-faktor produksi (TK,Modal,Tanah & Skill), bilaTK menghasilkan upah = w, Modal menghasilkan bunga = i, tanah menghasilkan sewa = r dan Skill menghasilkan profit = p, maka NI =
Y = Yw + Yi + Yr + Yp
BAB III
PEREKONOMIAN DUA SEKTOR
Dosen: Ridha Maya Faza Lubis, ST. M.Kom
Perekonomian dua sektor → interaksi antar pelaku ekonomi dengan asumsi bahwa dalam perekonomian tersebut hanya ada dua pelaku ekonomi, yaitu: sektor rumah tangga dan sektor perusahaan.
Perekonomian dua sektor merupakan model perekonomian yang tidak melakukan hubungan ekonomi dengan dunia internasional.
Perekonomian dua sektor → Perekonomian tertutup sederhana
Disebut tertutup karena analisisnya tidak memasukkan perdagangan luar negeri, dan disebut sederhana karena tidak memasukkan sektor pemerintah
Hubungan Antara Konsumsi & Pendapatan
1. Pada pendapatan yang rendah, rumah tangga akan mengambil tabungan
2. Kenaikan pendapatan akan menaikkan pengeluaran konsumsi
3. Pada pendapatan yang tinggi, rumah tangga akan menabung
4. Pendapatan sektor rumah tangga sama dengan pengeluaran konsumsi, atau:
5. Y (pendapatan) = C (konsumsi)
Hubungan Antara Konsumsi, Pendapatan & Tabungan
Perekonomian dua sektor yang modern → pendapatan yang diperoleh sektor rumah tangga yang digunakan sebagian untuk pengeluaran konsumsi dan sebagian untuk pengeluaran tabungan.
Pendapatan sektor rumah tangga sama dengan pengeluaran konsumsi ditambah tabungan, atau: Y (pendapatan) = C (konsumsi) + S (tabungan)
Lembaga keuangan adalah lembaga yang menghubungkan antarpelaku ekonomi sektor rumah tangga dan perusahaan dalam melakukan interaksi ekonomi.
Sektor rumah tangga → kebutuhan sektor rumah tangga untuk mengalokasikan sebagian pendapatan untuk ditabung di lembaga keuangan
Sektor perusahaan → membutuhkan dana dari lembaga keuangan untuk membiayai kegiatan investasi
Fungsi Konsumsi & Tabungan
a. Fungsi Konsumsi
C = a + b Y
Keterangan :
a = Konsumsi rumah tangga ketika Pendapatan nasional adalah 0
b = kecondongan mengkonsumsi marginal
C = Tingkat konsumsi
Y = Pendapatan Nasional
b. Fungsi Tabungan
S = - a + (1 – b) Y
Keterangan :
a = Konsumsi rumah tangga ketika Pendapatan nasional adalah 0
b = Kecondongan Mengkonsumsi Marginal
C = Tingkat Konsumsi
Y = Pendapatan Nasional
BAB IV
KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN TERBUKA
Dosen: Ridha Maya Faza Lubis, ST. M.Kom
Sistem ekonomi terbuka adalah sistem yang memberikan kesempatan bagi warga negaranya untuk berinteraksi dalam bidang ekonomi dengan negara lain.
Hubungan Ekonomi Antar Bangsa
1. Perdagangan Internasional
Meningkatkan standar hidup dengang berspesialisasi pada produk yang mempunyai keunggulan komparatif
Mengekspor barang dan jasa yang secara relatif efisien
Mengimpor barang dan jasa yang secara relatif tidak efisien
2. Keuangan Internasional
Sistem keuangan internasional berperan sebagai “lubricant/perantara” yang memfasilitasi pertukaran (via pembelian & penjualan)
Komoditi untuk mendapatkan mata uang asing
suatu mata uang dengan mata uang lainnya.
Perekonomian tertutup adalah perekonomian yang tidak berinteraksi dengan perekonomian lain di dunia→Tidak ada ekspor, impor dan arus modal.
Perekonomian Terbuka adalah perekonomian yang berinteraksi secara bebas dengan perekonomian lain di dunia.
Komponen Pengeluran Agregat
Pengeluaran konsumsi rumah tangga ke atas barang-barang yang dihasilkan di dalam negeri
(Cdn)
Investasi perusahaan (I) untuk menambah kapasitas sektor perusahaan menghasilkan barang dan jasa
Pengeluaran pemerintah ke atas barang dan jasa yang diperoleh di dalam negeri (G).
Ekspor, yaitu pembelian negara lain ke atas barang buatan perusahaan-perusahaan di dalam negeri (X)
Barang impor, yaitu barang yang sudah dibeli dari luar negeri (M).
Rumus Pengeluaran Agregat:
AE = Cdn + I +G + X + M
Keseimbangan Perekonomian Terbuka
Penawaran dan Pengeluaran Agregat
Penawaran Agregat (AS) terdiri atas barang yang diproduksi di dalam negeri yang meliputi pendapatan nasional (Y) serta barang yang diimpor dari luar negeri. Persamaan:
AS = Y + M
Penawaran Agregat (AE) meliputi lima komponen: pengeluaran rumah tangga atas barang yg diproduksi di dalam negeri (Cdn), investasi swasta (I), pengeluaran pemerintah (G), ekspor (X) dan pengeluaran ke atas impor (M). Persamaan:
AE = Cdn + I + G + X + M
Keseimbangan Perekonomian Terbuka
Pengeluaran rumah tangga terdiri dari pengeluaran dalam negeri (Cdn) dan pengeluaran atas barang-barang impor (M). Persamaan:
C = Cdn + M
Sehingga persamaan di atas, AE dapat disederhanakan menjadi:
AE = C + I + G + X
Dengan demikian, keseimbangan perekonomian terbuka tercapai apabila:
Y + M = C + I + G + X
Y = C + I + G + (X – M)
BAB V
PERMINTAAN DAN PENAWARAN UANG
DOSEN: RIDHA MAYA FAZA LUBIS, ST. M.KOM
Perkembangan Teori Kuantitas Uang (Quantity Theory of Money) dari Mazhab Klasik.
Teori Kuantitas Sederhana (Crude Quantity Theory) Ricardo
Ricardo telah memecahkan masalah nilai uang dengan memperhatikan hubungan yang lurus antara jumlah uang dengan harga barang. Dia telah mengambil kesimpulan bahwa jumlah uang dengan nilai uang mempunyai hubungan terbalik.. Bila pendapat itu dihubungkan dengan harga maka pendapat Ricardo di atas dapat dinyatakan sebagai berikut:“Bila jumlah uang naik dua kali lipat, hargapun akan naik dua kali lipat, demikian pula sebaliknya”
Rumus:
M = k.p atau P = 1/k.M
M = Jumlah Uang Beredar
P = Tingkat harga
K = Merupakan factor proporsional yang konstan
Dengan kata lain teori Ricardo menyatakan bahwa jumlah uang berpengaruh langsung secara proporsional terhadap tingkat harga atau tingkat harga berpengaruh langsung secara proporsional dengan jumlah uang.
P = f(M)
Transaction Equation atau Transaction Velocity Approach
Ini merupakan penyempurnaan daripada teori yang sebelumnya dilakukan oleh Irving Fisher. Ia menyatakan bahwa yang menentukan nilai uang ada 3 faktor yaitu:
– Jumlah uang beredar (M)
– Cepatnya peredaran uang (V)
– Jumlah barang yang diperdagangkan atau volume barang yang diperdagangkan (T)
Rumus Fisher, Transaction Equation adalah:
MV = PT atau P = MV/T
Income Flow Equation of Exchange
Variasi lain daripada teori kuantitas uang adalah income flow equation of exchange yang dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut:
MVy =PyTy atau Py= MVy/Ty
– M = Jumlah uang beredar
– Vy = Income velocity dari uang
– Py = Harga rata-rata semua barang dan jasa yang tercakup dalam Ty
– Ty = Volume barang jadi (barang akhir) dan jasa yang diperdagangkan
Cambridge Equation of Exchange
Merupakan bentuk lain dari teori kuantitas uang yang dikemukakan oleh Marshall, Pigou, Robertson dan Keynes. Cambridge Equation mengenal dua versi, yaitu:
– Cash balance Equation: M=k.PT
– Income Version: M=k.PQ=kY
BAB VI
KESEIMBANGAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN AGREGAT
DOSEN: RIDHA MAYA FAZA LUBIS, ST. M.KOM
Analisis Makroekonomi Keynes
Fluktuasi ekonomi dalam sejarah dunia yang paling menyengsarakan adalah Depresi Besar (Great Depression) yang terjadi pada tahun 1930-an.
Amerika dan negara lain mengalami pengangguran besar- besaran dan penurunan pendapatan yang sangat besar.
Tahun 1933, seperempat dari tenaga kerja kerja AS menganggur dan GDP riil adalah 30 % di bawah tingkat GDP tahun 1929.
Tahun 1936, ekonom Inggris John Maynard Keynes melakukan revolusi terhadap ilmu ekonomi melalui bukunya “The General Theory of Employment, Interest, and Money”.
The General Theory Keynes
Keynes mengatakan:“Permintaan agregat yang rendah bertanggung jawab terhadap rendahnya pendapatan dan tingginya pengangguran yang menjadi karakteristik kemerosotan ekonomi”.
Kritikan terhadap ekonomi klasik: “Karena mengasumsikan bahwa hanya penawaran agregat - modal, tenaga kerja, dan teknologi - yang menentukan pendapatan nasional”.
Karena masalah inflasi yang semakin serius pada tahun 1960- an para ekonom menggabungkan kedua pandangan ini dengan membuat model permintaan agregat dan penawaran agregat.
Fluktuasi Ekonomi
Permintaan agregat (aggregate demand, AD) adalah hubungan antara jumlah output yang diminta dan tingkat harga agregat atau kurva permintaan agregat menyatakan jumlah barang dan jasa yang ingin dibeli orang pada setiap tingkat harga.
Penawaran agregat (aggregate supply, AS) adalah hubungan antara jumlah barang dan jasa yang ditawarkan dan tingkat harga.
Karena perusahaan yang menawarkan barang dan jasa memiliki harga yang fleksible dalam jangka panjang tetapi harga yang kaku dalam jangka pendek, hubungan penawaran agregat tergantung pada horison waktu.
Keynesian Macroeconomics
Dalam teori makroekonomi Keynesian (Keynesian Macroeconomics), meliputi tiga aspek:
Peranan pengeluaran agregat (Simple Keynesian)
Terdapat hubungan antara pengeluaran agregat dengan kegiatan ekonomi , produksi nasional dan tingkat kesempatan kerja.
Penentuan suku bunga dan peranan uang (Mekanisme Transmisi)
Ada 2 efek yang mempengaruhinya yaitu: (1) efek perubahan penawaran uang atas suku bunga (2) efek perubahan suku bunga atas investasi ; (3) efek perubahan investasi atas pengeluaran agregat dan pendapatan nasional.
Peranan pemerintah dalam menentukan tingkat kegiatan ekonomi dalam satu tahun tertentu.
Perlunya campur tangan pemerintah untuk mencapai tingkat kesempatan kerja penuh tanpa inflasi.
Analisis AD-AS
Analisis AD-AS merupakan model penentuan kesimbangan dengan menggunakan pemisahan harga berubah.
Dalam analisis AD-AS penawaran agregat dibedakan atas:
Penawaran agregat jangka pendek (short run agreggate supply atau SRAS)
Penawaran agregat jangka panjang (long run agreggate supply atau LRAS)
Kurva SRAS (Kurva AS) adalah kurva yang terus menenrus melengkung ke atas dan memotong garis tegak pada YF , kurva AS semakin tinggi tingkat kenaikannya.
Kurva Permintaan Agregat (AD)
Kurva AD (Agregat Demand) adalah suatu fungsi (atau kurva) yang menggambarkan hubungan antara tingkat harga dengan jumlah pengeluaran agregat yang akan dilakukan dalam perekonomian.
Permintaan agregat dapat di defenisikan sebagai tingkat pengeluaran yang akan dilakukan dalam ekonomi pada berbagai tingkat harga.
Pengeluaran agregat menggambarkan tentang hubungan antara pengeluaran yang akan dilakukan dalam perekonomian dengan pendapatan nasional.
Kurva Penawaran Agregat (AS)
Kurva AS (Agregat Supply) adalah suatu kurva yang menggambarkan pendapatan nasional (nilai barang & jasa) yang akan diproduksikan sektor perusahaan pada berbagai tingkat harga. Kurva AS menerangkan tentang pendapatan nasional yang akan diwujudkan perusahaan” pada berbagai tingkat harga.
Faktor” yang Mempengaruhi Bentuk Kurva AS
Dua penyebab dari bentuk kurva AS yang melengkung ke atas :
Ciri-ciri fungsi produksi
Ciri-ciri pasaran tenaga kerja
Efek Hukum hasil tambahan yang semakin berkurang
Dalam jangka pendek fungsi produksi dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut:
Q = f(L)
Artinya :
Jumlah out put atau nilai produksi riil, ditentukan oleh jumlah tenaga kerja yang digunakan
“Semakin tinggi tingkat harga, semakin besar jumlah barang yang diproduksikan dan ditawarkan para pengusaha”
Pasaran tenaga kerja & kurva penawaran agregat “Semakin tinggi tingkat harga, semakin banyak pendapatan nasional riil yang ditawarkan perusahaan dalam perekonomian”.
Tingkat pengangguran & tingkat kenaikan upah Terdapatnya hubungan yang negatif antara kenaikan tingkat upah dengan tingkat pengangguran. Kurva Philips yaitu: kurva yang menerangkan ciri perhubungan antara (a) tingkat kenaikan upah dan tingkat pengangguran dan (b) tingkat inflasi dan tingkat pengangguran.
Keseimbangan Permintaan- Penawaran Agregat (AD-AS)
Keseimbangan AD-AS (Keseimbangan makroekonomi) artinya:
Dalam analisis AD-AS telah memasukkan unsur perubahan harga dalam analsis keseimbangannya.
Perpotongan dititik E berarti permintaan agregat adalah sama dengan penawaran agregat pada pendapatan nasional riil sebanyak YE dan tingkat harga pada Pe
Titik E merupakan keseimbangan yang akan dicapai dalam perekonomian karena perusahaan tidak akan menambah atau mengurangi output yang diproduksi.
Penyebab Perubahan Keseimbangan
1) Efek perubahan kurva AD
Perubahan dalam permintaan agregat yang tidak diikuti oleh perubahan penawaran agregat akan menimbulkan perubahan harga dan pendapatan nasional riil ke arah bersamaan, yaitu: kedua-duanya meningkat atau kedua-duanya merosot.
2) Efek perubahan kurva AS
Analisis mengenai perubahan kurva penawaran agregat AS menunjukkan bahwa perubahan tersebut akan mengakibatkan perubahan harga dan pendapatan nasional riil ke arah yang bertentangan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar