Senin, 01 Februari 2021

TUGAS MANDIRI 06 PENGANTAR ILMU EKONOMI DAN BISNIS KAMPUS MILENIAL ITBI

 

Nama               : junita simanjuntak

Kelas               : pagi

Jurusan           : akuntansi

 

 

 

 

 

BAB I

EKONOMI MAKRO

DOSEN: RIDHA MAYA FAZA LUBIS, ST. M.KOM

 

 

 

 

Masalah utama ekonomi

 

1.   Masalah Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi = Perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan bertambah.

Pendapatan nasional potensial = tingkat pendapatan nasional yang dicapai apabila tenaga kerja sepenuhnya digunakan.

Konjungtur / siklus kegiatan perusahaan = pergerakan naik turun kegiatan perusahaan – perusahaan di dalam jangka panjang

 

2.   Masalah Pengangguran

PENGANGGURAN = suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.

Penyebab terjadinya pengangguran yaitu :

1)    Kekurangan pengeluaran agregat(pembelanjaan masyrakat terhadap barang dan jasa)

2)    Menganggur karena ingin mencari kerja lain yang lebih baik

3)    Penggunaan alat produksi modern/ mesin – mesin

4)    Ketidaksesuaian antara keterampilan pekerja yang sebenarnya dengan ketrampilan yang diperlukan industri

 

Akibat buruk pengangguran :

1)    Pengurangan pengeluaran konsumsinya

2)    Menganggu taraf kesehatan keluarga

3)    Menimbulkan efek psikologis yang buruk

4)    Timbulnya kriminalitas

5)    Terjadi kekacauan politik, ekonomi dan sosial bagi negara

 

 

3.   Masalah Inflasi

Inflasi adalah suatu proses kenaikan harga – harga yang berlaku dalam perekonomian.

Tingkat inflasi dikatakan rendah apabila mencapai 2 atau 3 persen. moderat apabila mencapai 4 – 10 persen.

 

Faktor – faktor Penyebab Inflasi :

1)    Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa.cnth :minyak tanah yang ditimbun

2)    Pekerja yang menuntut kenaikan upah

 

Akibat buruk inflasi :

Menurunkan taraf kemakmuran masyarakat

Memperlambat pertumbuhan ekonomi

 

4.   Ketidak Seimbangan Neraca Pembayaran

 

Neraca Pembayaran adalah suatu ringkasan pembukuan yang menunjukkan aliran pembayaran yang dilakukan dari negara lain ke dalam negeri dan dari dalam negeri ke negara lain. Dalam satu tahun tertentu

 

Pembayaran yang dilakukan diantaranya :

Penerimaan dari ekspor dan pembayaran untuk impor

Aliran masuk penanaman modal asing dan pembayaran penanaman modal ke luar negeri

 

Dua Neraca penting dalam neraca pembayaran :

1)    Neraca Perdagangan : perimbangan diantara ekspor dan impor

2)    Neraca Keseluruhan : perimbangan diantara keseluruhan aliran pembayaran ke luar negeri dan keseluruhan aliran penerimaan dari luar negeri.

Defisit neraca pembayaran yaitu impor lebih besar dari pada ekspor

 

Kebijakan Fiskal

 

Kebijakan Fiskal Pemerintah Mengendalikan:

1)    Penerimaan (Tax) &

2)    Pengeluaran (Government Expenditure)

Yaitu kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengolah / mengarahkan perekonomian ke kondisi yang lebih baik atau diinginkan dengan cara mengubah-ubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah.

 

 

 

Kebijakan Moneter

 

Kebijakan Moneter (istilah lainnya kebijakan uang ketat ) adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan (lebih baik) dengan mengatur jumlah uang yang beredar.

Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan, menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh, sekaligus mengendalikan inflasi.

 

Peranan kebijakan pemerintah

Kebijakan lain, misalnya mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan, mendorong efisiensi, mengembang infrastruktur, peraturan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kondusif.

 

 

 

 

 

 

BAB II

KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL

Dosen: Ridha Maya Faza Lubis, ST. M.Kom

 

 

Investasi

 

Investasi adalah setiap pengeluaran yg dilakukan oleh bisnis /dunia usaha untuk membeli barang tahan lama yg bisa digunakan sebagai alat/sarana peningkatan produksi.

Investasi berarti“mengorbankan” sebagian konsumsi saat ini untuk meningkatkan konsumsi di masa depan.

Investasi terdiri dari setiap tambahan atas stok nasional yg terdiri dari, a.l: gedung2, peralatan, mesin2, perangkat lunak dan juga inventories dalam jangka waktu tertentu

Investasi dalam pengertian makro ekonomi adalah investasi secara riil, yaitu setiap penambahan durablen capital goods-barang modal yg tahan lama (physical).

Sedangkan Financial investment adalah perubahan dari satu jenis asset financial ke jenis asset financial yg lain. Misalkan seseorang membeli saham dari uang tabungannya, maka dia melakukan financial investment atau merubah asset financialnya dari tabungan ke saham.

 

Government ( G )

 

Salah satu unsurGDP yg berasal dari belanja atau konsumsi pemerintah. Secara umum Pemerintah (Government) adalah konsumen terbesar dalam perekonomian setiap tahunnya.

Government Expenditure a.l terdiri dari seluruh pembayaran gaji Pegawai Negeri, belanja peralatan militer, pengeluaran utk barang2 publik (jalan, gedung sekolah, RS),dll.

 

INCOME, CONSUMPTION & SAVING

 

Income – pajak = disposable income

Disposable Income adalah pendapatan yang siap dibelanjakan yang digunakan untuk membeli semua kebutuhan rumah tangga

Jika RumahTangga tersebut tidak membelanjakan seluruh disposable income nya maka bagian yg tidak digunakan untuk konsumsi itulah yg digunakan untuk menabung (saving)

Saving (tabungan) = Disp. Income – Consumption

Saving = Income – (Tax + Consumption)

 

 

 

Pengertian NI, GNP, GDP

 

NI (National Income) adalah keseluruhan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam periode tertentu yang dinyatakan dengan satuan uang

GNP (Gross National Product) atau PNB adalah nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negaradalam suatu periode terntentu yang diukur dengan satuan uang, di mana penghasil barang dan jasa tersebut adalah penduduk/Warga negara di dalam negeri di tambah penduduk/warga negara tersebut di luar negeri

GDP (Gross Domestic product) atau PDB dihitung dengan cara menjumlahkan semua hasil dari warga negara yang bersangkutan di dalam negeri ditambah warga negara asing yang bekerja di negara yang bersangkutan

 

Metode Perhitungan Pendapatan Nasional

 

Metode Produksi (GDP)

Menjumlahkan nilai produksi yang dihasilkan oleh sektor-2 produktif

Y = P.Q P=harga dan Q=Kuantitas

Menjumlahkan Nilai tambah (VA) dari masing-masing sektor produksi

Y = NTB NTB = nilai tambah bruto

 

Metode Pengeluaran (GNP)

Menghitung nilai pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan semua pengeluaran para pelaku ekonomi yaitu Rumah tangga (C) , Swasta (I), pemerintah (G) dan Luar negeri (X-M). Sehingga persamaan identitasnya adalah :

Y = GNP  C + I + G + (X-M)

 

Metode Pendapatan(NI)

 

Menjumlahkan semua pendapatan dari faktor-faktor produksi (TK,Modal,Tanah & Skill), bilaTK menghasilkan upah = w, Modal menghasilkan bunga = i, tanah menghasilkan sewa = r dan Skill menghasilkan profit = p, maka NI =

Y = Yw + Yi + Yr + Yp

 

 

 

 

 

BAB III

PEREKONOMIAN DUA SEKTOR

Dosen: Ridha Maya Faza Lubis, ST. M.Kom

 

 

 

 

 

Perekonomian dua sektor interaksi antar pelaku ekonomi dengan asumsi bahwa dalam perekonomian tersebut hanya ada dua pelaku ekonomi, yaitu: sektor rumah tangga dan sektor perusahaan.

Perekonomian dua sektor merupakan model perekonomian yang tidak melakukan hubungan ekonomi dengan dunia internasional.

Perekonomian dua sektor Perekonomian tertutup sederhana

Disebut tertutup karena analisisnya tidak memasukkan perdagangan luar negeri, dan disebut sederhana karena tidak memasukkan sektor pemerintah

 

Hubungan Antara Konsumsi & Pendapatan

1.    Pada pendapatan yang rendah, rumah tangga akan mengambil tabungan

2.    Kenaikan pendapatan akan menaikkan pengeluaran konsumsi

3.    Pada pendapatan yang tinggi, rumah tangga akan menabung

4.    Pendapatan sektor rumah tangga sama dengan pengeluaran konsumsi, atau:

5.    Y (pendapatan) = C (konsumsi)

 

Hubungan Antara Konsumsi, Pendapatan & Tabungan

Perekonomian dua sektor yang modern pendapatan yang diperoleh sektor rumah tangga yang digunakan sebagian untuk pengeluaran konsumsi dan sebagian untuk pengeluaran tabungan.

Pendapatan sektor rumah tangga sama dengan pengeluaran konsumsi ditambah tabungan, atau: Y (pendapatan) = C (konsumsi) + S (tabungan)

Lembaga keuangan adalah lembaga yang menghubungkan antarpelaku ekonomi sektor rumah tangga dan perusahaan dalam melakukan interaksi ekonomi.

Sektor rumah tangga kebutuhan sektor rumah tangga untuk mengalokasikan sebagian pendapatan untuk ditabung di lembaga keuangan

Sektor perusahaan membutuhkan dana dari lembaga keuangan untuk membiayai kegiatan investasi

 

Fungsi Konsumsi & Tabungan

a.    Fungsi Konsumsi

C = a + b Y

 

Keterangan :

a = Konsumsi rumah tangga ketika Pendapatan nasional adalah 0

b = kecondongan mengkonsumsi marginal

C = Tingkat konsumsi

Y = Pendapatan Nasional

 

b.    Fungsi Tabungan

 

S = - a + (1 – b) Y

Keterangan :

a = Konsumsi rumah tangga ketika Pendapatan nasional adalah 0

b = Kecondongan Mengkonsumsi Marginal

C = Tingkat Konsumsi

Y = Pendapatan Nasional

 

 

 

 

 

 

BAB IV

KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN TERBUKA

Dosen: Ridha Maya Faza Lubis, ST. M.Kom

 

 

 

Sistem ekonomi terbuka adalah sistem yang memberikan kesempatan bagi warga negaranya untuk berinteraksi dalam bidang ekonomi dengan negara lain.

 

Hubungan Ekonomi Antar Bangsa

1.    Perdagangan Internasional

Meningkatkan standar hidup dengang berspesialisasi pada produk yang mempunyai keunggulan komparatif

Mengekspor barang dan jasa yang secara relatif efisien

Mengimpor barang dan jasa yang secara relatif tidak efisien

 

2.    Keuangan Internasional

Sistem keuangan internasional berperan sebagai “lubricant/perantara” yang memfasilitasi pertukaran (via pembelian & penjualan)

Komoditi untuk mendapatkan mata uang asing

suatu mata uang dengan mata uang lainnya.

 

Perekonomian tertutup adalah perekonomian yang tidak berinteraksi dengan perekonomian lain di duniaTidak ada ekspor, impor dan arus modal.

Perekonomian Terbuka adalah perekonomian yang berinteraksi secara bebas dengan perekonomian lain di dunia.

 

Komponen Pengeluran Agregat

Pengeluaran konsumsi rumah tangga ke atas barang-barang yang dihasilkan di dalam negeri

(Cdn)

Investasi perusahaan (I) untuk menambah kapasitas sektor perusahaan menghasilkan barang dan jasa

Pengeluaran pemerintah ke atas barang dan jasa yang diperoleh di dalam negeri (G).

Ekspor, yaitu pembelian negara lain ke atas barang buatan perusahaan-perusahaan di dalam negeri (X)

Barang impor, yaitu barang yang sudah dibeli dari luar negeri (M).

Rumus Pengeluaran Agregat:

AE = Cdn + I +G + X + M

 

Keseimbangan Perekonomian Terbuka

 

Penawaran dan Pengeluaran Agregat

Penawaran Agregat (AS) terdiri atas barang yang diproduksi di dalam negeri yang meliputi pendapatan nasional (Y) serta barang yang diimpor dari luar negeri. Persamaan:

AS = Y + M

 

Penawaran Agregat (AE) meliputi lima komponen: pengeluaran rumah tangga atas barang yg diproduksi di dalam negeri (Cdn), investasi swasta (I), pengeluaran pemerintah (G), ekspor (X) dan pengeluaran ke atas impor (M). Persamaan:

AE = Cdn + I + G + X + M

 

Keseimbangan Perekonomian Terbuka

 

Pengeluaran rumah tangga terdiri dari pengeluaran dalam negeri (Cdn) dan pengeluaran atas barang-barang impor (M). Persamaan:

C = Cdn + M

Sehingga persamaan di atas, AE dapat disederhanakan menjadi:

AE = C + I + G + X

Dengan demikian, keseimbangan perekonomian terbuka tercapai apabila:

Y + M = C + I + G + X

Y = C + I + G + (X – M)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PERMINTAAN DAN PENAWARAN UANG

DOSEN: RIDHA MAYA FAZA LUBIS, ST. M.KOM

 

 

 

 

 

Perkembangan Teori Kuantitas Uang (Quantity Theory of Money) dari Mazhab Klasik.

 

Teori Kuantitas Sederhana (Crude Quantity Theory) Ricardo

 

Ricardo telah memecahkan masalah nilai uang dengan memperhatikan hubungan yang lurus antara jumlah uang dengan harga barang. Dia telah mengambil kesimpulan bahwa jumlah uang dengan nilai uang mempunyai hubungan terbalik.. Bila pendapat itu dihubungkan dengan harga maka pendapat Ricardo di atas dapat dinyatakan sebagai berikut:“Bila jumlah uang naik dua kali lipat, hargapun akan naik dua kali lipat, demikian pula sebaliknya”

Rumus:

M = k.p atau P = 1/k.M

 

M = Jumlah Uang Beredar

P = Tingkat harga

K = Merupakan factor proporsional yang konstan

Dengan kata lain teori Ricardo menyatakan bahwa jumlah uang berpengaruh langsung secara proporsional terhadap tingkat harga atau tingkat harga berpengaruh langsung secara proporsional dengan jumlah uang.

P = f(M)

 

Transaction Equation atau Transaction Velocity Approach

 

Ini merupakan penyempurnaan daripada teori yang sebelumnya dilakukan oleh Irving Fisher. Ia menyatakan bahwa yang menentukan nilai uang ada 3 faktor yaitu:

– Jumlah uang beredar (M)

– Cepatnya peredaran uang (V)

– Jumlah barang yang diperdagangkan atau volume barang yang diperdagangkan (T)

 

Rumus Fisher, Transaction Equation adalah:

MV = PT atau P = MV/T

 

Income Flow Equation of Exchange

 

Variasi lain daripada teori kuantitas uang adalah income flow equation of exchange yang dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut:

MVy =PyTy atau Py= MVy/Ty

– M = Jumlah uang beredar

– Vy = Income velocity dari uang

– Py = Harga rata-rata semua barang dan jasa yang tercakup dalam Ty

– Ty = Volume barang jadi (barang akhir) dan jasa yang diperdagangkan

 

Cambridge Equation of Exchange

 

Merupakan bentuk lain dari teori kuantitas uang yang dikemukakan oleh Marshall, Pigou, Robertson dan Keynes. Cambridge Equation mengenal dua versi, yaitu:

– Cash balance Equation: M=k.PT

– Income Version: M=k.PQ=kY

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VI

KESEIMBANGAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN AGREGAT

DOSEN: RIDHA MAYA FAZA LUBIS, ST. M.KOM

 

 

 

 

Analisis Makroekonomi Keynes

Fluktuasi ekonomi dalam sejarah dunia yang paling menyengsarakan adalah Depresi Besar (Great Depression) yang terjadi pada tahun 1930-an.

Amerika dan negara lain mengalami pengangguran besar- besaran dan penurunan pendapatan yang sangat besar.

Tahun 1933, seperempat dari tenaga kerja kerja AS menganggur dan GDP riil adalah 30 % di bawah tingkat GDP tahun 1929.

Tahun 1936, ekonom Inggris John Maynard Keynes melakukan revolusi terhadap ilmu ekonomi melalui bukunya “The General Theory of Employment, Interest, and Money”.

 

The General Theory Keynes

Keynes mengatakan:“Permintaan agregat yang rendah bertanggung jawab terhadap rendahnya pendapatan dan tingginya pengangguran yang menjadi karakteristik kemerosotan ekonomi”.

Kritikan terhadap ekonomi klasik: “Karena mengasumsikan bahwa hanya penawaran agregat - modal, tenaga kerja, dan teknologi - yang menentukan pendapatan nasional”.

Karena masalah inflasi yang semakin serius pada tahun 1960- an para ekonom menggabungkan kedua pandangan ini dengan membuat model permintaan agregat dan penawaran agregat.

 

Fluktuasi Ekonomi

Permintaan agregat (aggregate demand, AD) adalah hubungan antara jumlah output yang diminta dan tingkat harga agregat atau kurva permintaan agregat menyatakan jumlah barang dan jasa yang ingin dibeli orang pada setiap tingkat harga.

Penawaran agregat (aggregate supply, AS) adalah hubungan antara jumlah barang dan jasa yang ditawarkan dan tingkat harga.

Karena perusahaan yang menawarkan barang dan jasa memiliki harga yang fleksible dalam jangka panjang tetapi harga yang kaku dalam jangka pendek, hubungan penawaran agregat tergantung pada horison waktu.

 

Keynesian Macroeconomics

Dalam teori makroekonomi Keynesian (Keynesian Macroeconomics), meliputi tiga aspek:

Peranan pengeluaran agregat (Simple Keynesian)

Terdapat hubungan antara pengeluaran agregat dengan kegiatan ekonomi , produksi nasional dan tingkat kesempatan kerja.

Penentuan suku bunga dan peranan uang (Mekanisme Transmisi)

Ada 2 efek yang mempengaruhinya yaitu: (1) efek perubahan penawaran uang atas suku bunga (2) efek perubahan suku bunga atas investasi ; (3) efek perubahan investasi atas pengeluaran agregat dan pendapatan nasional.

Peranan pemerintah dalam menentukan tingkat kegiatan ekonomi dalam satu tahun tertentu.

Perlunya campur tangan pemerintah untuk mencapai tingkat kesempatan kerja penuh tanpa inflasi.

 

 

Analisis AD-AS

 

Analisis AD-AS merupakan model penentuan kesimbangan dengan menggunakan pemisahan harga berubah.

Dalam analisis AD-AS penawaran agregat dibedakan atas:

Penawaran agregat jangka pendek (short run agreggate supply atau SRAS)

Penawaran agregat jangka panjang (long run agreggate supply atau LRAS)

Kurva SRAS (Kurva AS) adalah kurva yang terus menenrus melengkung ke atas dan memotong garis tegak pada YF , kurva AS semakin tinggi tingkat kenaikannya.

 

Kurva Permintaan Agregat (AD)

 

Kurva AD (Agregat Demand) adalah suatu fungsi (atau kurva) yang menggambarkan hubungan antara tingkat harga dengan jumlah pengeluaran agregat yang akan dilakukan dalam perekonomian.

Permintaan agregat dapat di defenisikan sebagai tingkat pengeluaran yang akan dilakukan dalam ekonomi pada berbagai tingkat harga.

Pengeluaran agregat menggambarkan tentang hubungan antara pengeluaran yang akan dilakukan dalam perekonomian dengan pendapatan nasional.

 

Kurva Penawaran Agregat (AS)

Kurva AS (Agregat Supply) adalah suatu kurva yang menggambarkan pendapatan nasional (nilai barang & jasa) yang akan diproduksikan sektor perusahaan pada berbagai tingkat harga. Kurva AS menerangkan tentang pendapatan nasional yang akan diwujudkan perusahaan” pada berbagai tingkat harga.

Faktor” yang Mempengaruhi Bentuk Kurva AS

Dua penyebab dari bentuk kurva AS yang melengkung ke atas :

Ciri-ciri fungsi produksi

Ciri-ciri pasaran tenaga kerja

Efek Hukum hasil tambahan yang semakin berkurang

Dalam jangka pendek fungsi produksi dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut:

Q = f(L)

Artinya :

Jumlah out put atau nilai produksi riil, ditentukan oleh jumlah tenaga kerja yang digunakan

“Semakin tinggi tingkat harga, semakin besar jumlah barang yang diproduksikan dan ditawarkan para pengusaha”

Pasaran tenaga kerja & kurva penawaran agregat “Semakin tinggi tingkat harga, semakin banyak pendapatan nasional riil yang ditawarkan perusahaan dalam perekonomian”.

Tingkat pengangguran & tingkat kenaikan upah Terdapatnya hubungan yang negatif antara kenaikan tingkat upah dengan tingkat pengangguran. Kurva Philips yaitu: kurva yang menerangkan ciri perhubungan antara (a) tingkat kenaikan upah dan tingkat pengangguran dan (b) tingkat inflasi dan tingkat pengangguran.

 

Keseimbangan Permintaan- Penawaran Agregat (AD-AS)

 

Keseimbangan AD-AS (Keseimbangan makroekonomi) artinya:

Dalam analisis AD-AS telah memasukkan unsur perubahan harga dalam analsis keseimbangannya.

Perpotongan dititik E berarti permintaan agregat adalah sama dengan penawaran agregat pada pendapatan nasional riil sebanyak YE dan tingkat harga pada Pe

Titik E merupakan keseimbangan yang akan dicapai dalam perekonomian karena perusahaan tidak akan menambah atau mengurangi output yang diproduksi.

 

Penyebab Perubahan Keseimbangan

1)    Efek perubahan kurva AD

Perubahan dalam permintaan agregat yang tidak diikuti oleh perubahan penawaran agregat akan menimbulkan perubahan harga dan pendapatan nasional riil ke arah bersamaan, yaitu: kedua-duanya meningkat atau kedua-duanya merosot.

2)    Efek perubahan kurva AS

Analisis mengenai perubahan kurva penawaran agregat AS menunjukkan bahwa perubahan tersebut akan mengakibatkan perubahan harga dan pendapatan nasional riil ke arah yang bertentangan.

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JAWABAN UJIAN AKHIR SEMESTER 01 PENGANTAR ILMU EKONOMI DAN BISNIS KAMPUS MILENIAL ITBI

  NAMA                  : JUNITA SIMANJUNTAK KELAS                   : PAGI JURUSAN              : AKUNTANSI         1.     ...